Menurunkan Kolestrol Dengan Cabai Merah

January 29, 2020 Uncategorized  No comments

Salah satu komoditas unggul di bidang pertanian dan menjadi salah satu komoditas terlaris di Dunia ini memang banyak sekali di perbicangkan oleh beragam khalayak. Ya,yang kami maksud adalah tanaman cabai merah yang sampai saat ini masih di unggulkan dan banyak di tanam khusus nya di wilayah Pulau Jawa.

Jenis tanaman cabai merah ini merupakan spesies tanaman yang paling atraktif dan tentunya sangat menjanjikan untuk di tanam. Terlebih di saat-saat musim tertentu,maka siap-siap saja untuk harga cabai merah ini bisa melambung naik hingga berlipat-lipat ganda,namun apabila musim paceklik atau masa panen sulit telah tiba,maka banyak petani yang akan gulung tikar karena rugi besar akibat hasil panen tidak maksimal.

Menurunkan Kolestrol Dengan Cabai Merah

Hal ini tentu saja akan membuat para petani yang ingin budidaya tanaman cabai merah seperti melakukan ajang perjudian di kala menanam cabai merah dan akan menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman cabai merah adalah soal budidaya cabai merah yang masih rawan dan cukup rentan dengan kondisi cuaca tertentu yang selalu berubah ubah dan yang paling sering ketika serangan hama sudah bermunculan secara gila-gila an.

Terdapat berbagai macam cara untuk meminimalisir semua resiko tersebut, dan hal itu juga setidaknya dibutuhkan biaya yang cukup mahal,apalagi jika yang di budidaya tersebut merupakan cabai merah jenis hibrida,pastinya anda akan dikenakan tarif yang sangat fantastis untuk merawat nya,melihat bahwa jenis hibrida ini merupakan varian yang memerlukan perlakuan yang cukup istimewa di banding dengan bibit cabe lokal.

Baca Juga: Khasiat Utama Kelengkeng Itoh

Tanaman cabai merah atau yang dalam istilah bahasa jawa bisa juga disebut lombok,merupakan tanaman yang masuk dari anggota genus Capsicum. Tanaman Cabai merah ini dapat pula digolongkan sebagai sayuran dan sangat berguna sekali sebagai bumbu utama pada segala macam jenis sambal dan masakan lainnya.

Cara pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman cabai merah ini sangat rentan terhadap hama yang bersifat pengganggu dan dapat menghambat proses peningkatan produksi Cabai Merah dan juga sangat rentan terhadap serangan penyakit yang akan berakibat fatal.

Jika tanaman cabai merah ini kehilangan hasil produksi yang diakibatkan oleh serangan hama atau terkena penyakit jenis busuk buah (Colletotrichum spp), ataupun bercak daun (Cercospora sp) dan cendawan tepung (Oidium sp.) yang berkisar antara 9% – 45%.

Maka anda bisa melakukan beberapa  trik serta Strategi pengendalian hama dan penyakit yang terjadi pada jenis tanaman Cabai Merah yang sangat diajurkan adalah penerapan pengendalian secara terpadu. Terdapat sebuah organisasi yang di dirikan oleh kalangan masyarakat yang di beri nama Pengendalian Hama Penyakit secara Terpadu (PHPT) yang mana komunitas semacam ini,termasuk komunitas yang cukup besar dan dapat mencakup ke seluruh pengendalian sistem kultur teknik, hayati (biologi), varietas yang tahan (resisten), fisik dan mekanik, dan cara kimiawi

Masa panen tanaman Cabai Merah ini memang sangat dipengaruhi oleh sebuah faktor cuaca dan jenis cabai yang ditanam,apakah kualitas biasa atau kualitas yang terbaik,atau bisa juga tentang varietasnya, dan hal yang paling menentukan ialah lingkungan tempat tanam. Jenis cabai merah ini sangat cocok apabila ditanam di daerah dataran rendah, yang mana umumnya cabai merah ini akan siap dipanen pada umur sekitar 70-90 hari setelah pasca tanam.

Kemudian panen berikutnya akan dilakukan selang 2-3 hari sekali. Sedangkan untuk tanaman cabai merah yang berada di dataran tinggi (pegunungan), maka akan melakukan panen perdana yang dimulai pada umur antara 90-100 hari setelah masa tanam dilakukan. Dan selanjutnya terjadi aksi pemetikan buah yang akan dilakukan pada selang waktu antara 6-12 hari sekali.

Adapun cara khusus untuk menuju sasaran ekspor, yakni tentang panen Cabai Merah yang nantinya akan dipilih pada tingkat kemasakan yang berkisar antara 85% – 90% dan pada saat itu juga warna buah ini akan berubah menjadi sedikit merah-kehitaman.

Ketika berada di daerah dataran rendah, maka panen Cabai Merah untuk tujuan ekspor bisa diatur setidaknya selang 2 hari sekali sedangkan di dataran tinggi antara 4-8 hari sekali.

Berbagai manfaat cabe untuk kesehatan

Berikut adalah beberapa ulasan singkat tentang manfaat tanaman cabai merah

1. Penghilang rasa sakit

Pemisahan yang terjadi di dalam hormon endorfin ini merupakan hal yang di akibatkan oleh adanya rangsangan di sistem motorik,maka fungsi utama cabai merah ini berperan penting sebagai penghilang rasa sakit yang terjadi secara alami di bagian syaraf motorik tersebut. Selain itu, hormon endorfin juga dapat membuat seseorang menjadi ketergantungan dalam jangka panjang.

Nah,rasa sakit yang dimaksud di atas pun juga berbeda-beda,ada yang mampu diredakan oleh tanaman cabai dan adapula yang harus melalui bantuan medis.

Penyakit alami yang dapat di sembuhkan dengan cabai merah adalah penyakit jenis herpes zoster, bursitis, neuropati diabetes dan juga kejang otot yang terjadi pada area di sekitar bahu atau bisep, serta penyakit rematik. Senyawa Capsaicin yang ada pada tanaman cabai merah ini akan bekerja sama dengan reseptor penyembuh rasa sakit, dengan sedikit reflek dari sensasi akibat rasa panas pada tanaman cabai yang mampu membuat ujung saraf berhenti mengirim sinyal sensasi rasa sakit.

2. Detoksifikasi

Tanaman cabai merah ini merupakan salah satu tanaman yang dapat membantu dalam hal proses detoksifikasi gastrointestinal,yang mana hal ini akan berfungsi di bagian organ penecernaan,yang menetralisir kinerja gizi baik pada makanan kolestrol maupun makanan non kolestrol aupun dan akan bekerja secara cepat untuk segera membuang zat-zat yang tidak terpakai oleh tubuh.

4. Kesehatan kardiovaskular

Penelitian yang didapat dari sumber terpercaya yakni oleh WHFood (The World’s of Healthiest Foodies) telah menunjukkan bahwa terdapat  39 orang partisipan yang terdiri dari 19 perempuan dan 20 laki-laki), yang masing-masing memakan potongan cabai merah selama kurun waktu selama 4 minggu secara berkala, yang mana semuanya itu dibagi menjadi dua grup, grup yang satu untuk diet dengan mengkonsumsi cabe, dan yang satu lagi tidak melibatkan cabai. Dan hasilnya benar-benar terbukti secara nyata bahwa grup yang memakan cabai merah ini, akan mempunyai level kolestrol dan trigliseridanya jauh lebih rendah baik pada laki-laki maupun pada perempuan.

Membuat Pencernaan Menjadi Sehat

Mungkin sudah kesekian kali,banyak orang yang mengatakan bahwa cabai merah merupakan salah satu penyebab seseorang  akan mendapatkan masalah terutama pada sistem pencernaan dan ada juga yang berspekulasi bahwa cabai merah akan membuat perut terasa menjadi sakit atau melilit.

Dan hal tersebut akhrinya terbantahkan dan tidaklah tepat,dikarenakan bahwa ternyata menurut penelitian di amerika telah mengatakan bahwa mengkonsumsi cabe merah secara rutin dan tidak berlebihan justru akan membuat pencernaan manusia akan menjadi tambah sehat dan terjaga.

Kandungan capsaicin yang ada pada cabai merah mampu merangsang sejumlah mikroorganisme baik ada pada pencernaan yang itu akan meningkatkan penyerapan nutrisi yang berfungsi untuk sumber metabolisme.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>